• Surat Cinta TUHAN

    Dear, Ericha…

    Saat kau bangun di pagi hari,
    Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walau hanya sepatah kata, meminta pendapatKu, atau bersyukur kepadaKu atas suatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk melakukan aktivitasmu.
    Aku kembali menanti,
    saat engkau sedang bersiap, Aku tahu ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu. Tetapi engkau terlalu sibuk. Engkau duduk di kursi selama 15 menit tanpa melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu, Aku berpikir engkau akan berbicara kepadaKu. Tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon temanmu untuk mendengarkan gosip terbaru.
    Aku melihatmu ketika engkau keluar rumah,
    dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

    Tidak apa-apa…

    Masih ada waktu yang tersisa dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah sepertinya ada banyak hal yang akan engkau kerjakan. Setelah semuanya selesai, engkau menyalakan tv. Aku tidak tahu apakah engkau suka menonton tv atau tidak. Hanya saja engkau selalu menghabiskan banyak waktu dengannya,
    Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton tv dan menikmati makan malammu. Tetapi kembali engkau tidak berbicara kepadaKu. Saat tidur, Kupikir engkau terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, engkau melompat ke tempat tidur dan segera tertidur tidak lama kemudian.

    Tidak apa-apa…

    Mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu. Setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa, pikiran atau ucapan syukur dari hatimu.
    Baiklah… engkau bangun kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih dan berharap hari ini engkau akan memberi waktu.



0 komentar:

Poskan Komentar